23 Januari 2016



Hei anak kota,
Kapankah kau melihat ke atas dan menyapa dia yang menyinarimu dengan cahayanya?
Sebelum dia datang, kau sudah pergi disibukkan dengan aktivitasmu dan baru selesai setelah pulangnya dia
Kau bersembunyi didalam kotak berbatu yang kau sebut dengan "kehidupan"
Dan selalu saja seperti itu, hari demi hari

Posted on Sabtu, Januari 23, 2016 by si suar sair

No comments

27 Oktober 2015


Suatu ketika aku bertanya tentang cita-cita kepada mereka. Dengan antusias mereka menjawab,
“Saa mau jadi tentara kaka”
“Saa pun cita-cita jadi pemain bola”
“Nanti saa mau jadi dokter kaka”
“Wih, mantap sekali e cita-cita kalian”, jawabku.
“Tapi ada satu pesan untuk kalian, nanti kalau kalian su besar dan sukses jangan lupa pulang kembali ke Haekesak ini. Kalian harus bisa bangun ini desa. Jangan sampai 10 tahun lagi kaka dong datang kesini, tapi itu jalan masih lubang-lubang, listrik masih pakai PLTA, listrik mati-telkomsel pun mati, mau mandi harus pii timba air dulu.”
“Kalian ingat to kita semua besar disini, sekolah disini, mandi di weibot, pii main bola juga disini, semuanya dari sini, jadi kita harus bisa bangun ini kita pun desa, oke?” tanyaku.

Mereka pun sepakat bilang, “Siap kaka!”
“Nanti saa jadi Bapa Desa,” tambah mereka.

Ya, semoga cita-cita mereka bisa tercapai dan mereka bisa membangun desa ini. Desa Haekesak, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Sebuah desa di ujung batas Indonesia, desa yang indah namun minim fasilitas sosial. Desa yang kaya, tapi miskin. Tapi ini desa, tidak akan kulupakan.

Yogyakarta, 27 Oktober 2015

Posted on Selasa, Oktober 27, 2015 by si suar sair

No comments

1 Oktober 2014

Suatu malam, di ruang tamu sebuah kontrakan mahasiswa perantau.

Maruap       : Woi Parulian, kau udah dengar kalo Spongebob sama Tom & Jerry di kasih                                           peringatan sama pemerintah?

Parulian      : Udah lah, kurasa berlebihan kali itu. Coba kau buka tipimu yang sekarang. Kau                                     tengok mana yang lebih gk mendidik parahnya, berantamnya si Tom sama si Jerry atau                       anggota Dewan yang lagi  sidang disana? Sidang perdana pulak itu, belum sampe 24                           jam dilantik.

Maruap        : Ah, kasihan kali si Tom sama si Jerry kau sama-samakan sama anggota anggota                                    di Senayan itu.


Parulian       : Iya pulak ya, tak pantaslah untuk disamakan.

Posted on Rabu, Oktober 01, 2014 by si suar sair

No comments

Hari ini diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Hari ini mengacu pada 1 Oktober 1965 yakni peristiwa kudeta pemerintahan Bung Karno oleh PKI yang beraliran komunis. Terlepas dari benar tidaknya sejarah tersebut, Gerakan ini berhasil ditumpas dan menjadi saksi bahwa Pancasila telah selamat dan menang atas komunisme di Indonesia.
                Bila dikaitkan dengan peristiwa sekarang, apakah Pancasila masih menjadi pemenang di rumahnya sendiri? Ataukah Pancasila sudah tidak sakti lagi?
Kalaulah kita coba melihat kondisi yang terjadi saat ini, masih pantaskah kita berteriak Kesaktian Pancasila?

1.       Ketuhanan Yang Maha Esa
Fungsi Agama sebagai kontrol atau pengawas perilaku manusia tidak berjalan baik. Bahkan Agama yang baik dan suci itu dijadikan alat untuk menindas kelompok agama lain. Toleransi Nol yang ditunjukkan oleh kelompok minoritas yang menyebut diri sebagai kelompok mayoritas sangat-sangat mencederai sila ini.

2.       Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Keadilan merupakan perlakuan adil terhadap hak dan kewajiban antar warga Indonesia. Kesewenang-wenangan jelas masih terlihat di negeri ini. Lagi-lagi adanya kelompok yang menyatakan memiliki derajat yang lebih tinggi dengan kelompok lain sehingga terjadi perampasan hak kelompok tersebut.
Atau kemanusiaan yang beradab? Kemanusiaan yang berjalan atas dasar etika, nilai dan norma. Tidak sedikit kelompok yang menghina bahkan merendahkan kelompok lain.
Membela kebenaran tidak lagi ditemukan. Membela yang bayar? Itu sudah pasti.

3.       Persatuan Indonesia
Indonesia milik kelompok A! Indonesia milik kelompok B! Inilah yang terjadi. Bhineka Tunggal Ika hanya semboyan.
Musuh Indonesia bukan lagi dari negara luar, melainkan bangsanya sendiri.
Rela berkorban untuk bangsa dan negara? Jangan harap. Untuk kelompok sendiri? Tentu

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, dalam Permusyawaratan Perwakilan
Musyawarah untuk kepentingan bersama? Omong kosong! Yang ada adalah Musyawarah untuk kepentingan kelompok, partai, golongan tanpa menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, harkat dan martabat manusia.

5.       Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Darimana bisa disebut adil kalau hak-hak rakyat masih dirampas oleh koruptor-koruptor diastas sana? Trias Politica sudah berubah menjadi Trias Corruptica. Bersama kita menindas yang lemah.

                Sekali lagi coba kita renungkan. Dengar dan cermati!
Apakah masih pantas kita sebut Kesaktian Pancasila ketika kelima sila tersebut sudah dikhianati dan ditinggalkan?
Mungkin tulisan ini bukanlah tulisan yang baik. Tulisan yang baik adalah tulisan yang memberikan solusi dalam setiap kisah-kisahnya bukan sekadar kritik.  Saya hanya berharap tulisan ini dapat mendorong kawan-kawan pembaca untuk lebih peduli terhadap eksistensi kelima sila Dasar Negara ini dalam kehidupan kawan masing-masing. 
Garuda Pancasila, akulah pendukungmu!
Patriot Proklamasi, Sedia Berkorban Untukmu!
Pancasila Dasar Negara,
Rakyat Adil Makmur Sentosa!
Pribadi Bangsaku,
Ayo Maju-maju!
Ayo Maju-maju!
Ayo Maju-maju!

Referensi ;
Pancasila, Kedutaan Besar Indonesia Den Haag

 Oh iya, tepat hari ini juga diadakan pelantikan Anggota DPR-DPD. Dan dimalam ini, mereka anggota dewan yang terhormat, kembali mencederai Pancasila. Proses Pemilihan Pimpinan hanya berpihak kepada kepentingan golongan, terkotak-kotak pada masing-masing kubu dan saling serang seperti tidak mengenal yang namanya etika.


Posted on Rabu, Oktober 01, 2014 by si suar sair

No comments

27 September 2014

Yogyakarta, 1 Oktober 2014
 Semangat pagi teman-teman KSE Nusantara, izinkan kami, Paguyuban KSE UGM, berbagi sedikit kisah dari kota pendidikan, Yogyakarta.
                Pada hari sabtu, 27 September 2014 yang lalu, Pak Hengki, Pak Chris, Bu Dwi, Pak Deny dan Mas Rico beserta beberapa teman dari KSE UGM telah melaksanakan kunjungan ke SLB Dharma Putra Semin, Gunung Kidul. SLB Dharma Putra merupakan salah satu program binaan dari Departemen Pengabdian Masyarakat KSE UGM dan didukung oleh PT. Indofood Sukses Makmur.

                Dari kunjungan tersebut ada beberapa evaluasi yang dapat ditarik seperti program peternakan kelinci yang tidak berjalan optimal. Hal ini dikarenakan adanya kendala seperti pencurian dan penyakit. Permasalahan lainnya adalah bocornya kantung penampung BIOGAS dari kotoran sapi sehingga produksi Biogas menjadi terhenti.

                Dari hasil bincang-bincang dengan KSE, Indofood dan pihak SLB disusunlah beberapa program yang akan dijalankan di kepengurusan baru ini. Program tersebut adalah pengembangan Hansang, Peternakan Ayam dan perikanan, . Hansang merupakan program yang diadaptasi dari KSE UNDIP yang telah berjalan dengan baik. Menurut kami Program memiliki potensi untuk berjalan yang cukup tinggi karena didukung dengan ketersediaan pisang yang melimpah di sekitar SLB sebagai bahan baku dan waktu yang cukup dari para siswa SLB untuk menjalankan kegiatan ini. Program selanjutnya adalah  Peternakan Ayam dan Ikan Lele. Peternakan ini memiliki dua tujuan utama. Yang pertama adalah sebagai tambahan konsumsi bernilai gizi kepada siswa dan kemudian sebagai pendukung peningkatan ekonomi SLB Dharma Putra dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Perbaikan kantong biogas juga menjadi fokus utama, mengingat kegiatan ini telah berjalan dan memiliki manfaat yang nyata untuk memenuhi kebutuhan dapur namun sempat terhenti akibat kebocoran ini. Program terakhir adalah pemberdayaan Jahe Merah. Program ini baru bisa dijalankan di musim penghujan nanti karena kondisi Semin, Gunung Kidul saat ini mengalami kekeringan.
                Bersamaan dengan pesan milis ini, kami mohon dukungan dari teman-teman KSE Nusantara semoga Program ini dapat berjalan dengan baik. Program ini adalah wujud Kontribusi nyata kami, Paguyuban KSE UGM kepada masyarakat, demi Indonesia yang lebih baik.

Salam

Humas Paguyuban KSE UGM

















Posted on Sabtu, September 27, 2014 by si suar sair

No comments

27 Agustus 2014

Cug kicak kicuk kicak kicuk, dari Malang mampir Jogja

“Sumpah, ini merupakan transportasi umum terkeren yang pernah saya tumpangi!!!!”

                Kalimat ini berulang kali saya lontarkan ketika berada di kereta ini, Gajayana. Jujur ini merupakan pertama kalinya saya naik kereta kelas eksekutif.

                Kesan mewah dan nyaman langsung dapat saya rasakan di kereta ini. Ada banyak fasilitas baru yang dapat saya temukan di kereta ini dibanding kereta-kereta yang pernah saya tumpangi. Saya merupakan pencinta kereta api yang cukup sering menggunakan moda transportasi ini. Dalam 12 bulan terakhir saja saya sudah 5 kali pulang-pergi Jogja - Jakarta. Mulai dari kelas ekonomi Lima Puluh ribu rupiah, Ekonomi AC nonsubsidi, kereta bisnis hingga kereta eksekutif yang sedang saya tumpangi sekarang ini.
Tekanlah, pintu akan terbuka. :D
                Berbagai fasilitas unik juga saya temui disini, salah satunya dari tombol otomatis untuk membuka pintu bordes. Kemudian toilet yang luar biasa bersihnya (dibanding ekonomi). Televisi cukup besar juga tersedia di bagian depan. Isinya? Ya gitu deh, Kebanyakan iklan. 

                Tempat bagasi diatas kursi juga bagus, seperti pesawat, ada penutuptnya. Kemudian AC yang tersebar merata, bukan seperti kelas ekonomi yang AC nya Cuma ada di tengah, sehingga penumpang yang ditengah menderita kedinginan.
                
Untuk bagian kursinya sangat sangat nyaman sekali. Bila dibandingkan dengan tempat duduk di Pesawat Low Cost Carries jauh lebih nyaman kereta ini. Jarak antar kursi sangat luas dan sandaran yang dapat diatur senyaman mungkin. Bukan seperti maskapai penerbangan tadi yang kursinya tegak 90’ dan lutut yang beradu dengan kursi yang didepannya. Hehe, maaf. Walaupun saya telah beberapa kali naik kereta, jujur baru kali ini juga saya merasakan hangatnya selimut dan bantal dari PT. KAI. Inipun karena diberi gratis, tidak seperti di kelas sebelah yang ditukar dengan kertas bertuliskan angka 5 diikuti dengan 0 tiga buah.
                Bila dikereta kelas sebelah, penjaja makanan dari Cafetaria dengan setia mondar-mandir menjajakan makananya. Di kelas ini sangat jarang terjadi. Setelah 1 jam kereta berjalan, baru sekali pegawai kaferia tersebut menjajakan makanan.
                BTW, tulisan ini saya tulis sewaktu dikereta ditemani ende holong na baru hu download. Kira-kira 15 menit yang lalu baru lewat stasiun Kutoarjo., Purworejo..
                Pukul 05.50, selesai lah tugas si Gajayana mengantarkan saya ke Ibukota. Sampai di Stasiun Gambir, langsung disuguhi dua bangunan megah kebanggaan Indonesia, yaitu Monas dan Kubah Istiqlal.

                Perjalanan ini semakin menambah rasa bangga saya terhadap PT. KAI
Jayalah PT. KAI, Jayalah Indonesia!
Salam



Posted on Rabu, Agustus 27, 2014 by si suar sair

No comments

19 Agustus 2014

Silahkan baca dan pahami kisah di bawah ini.          


         Disalah satu daerah, ketika sedang berlangsung Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke- 69, tiba-tiba hujan turun sangat deras. Bagaikan air yang tersembur dari tanki mobil pemadan kebakaran. Semua peserta upacara dilapangan basah kuyup, kecuali inspektur upacara yang berdiri dipodium kehormatan dan para pejabat maupun orang-orang penting yang berada di Tribun Kehormatan. Mereka aman, tidak kena hujan.

         Sebagian besar peserta yang berbaris dilapangan tempat upacara, dengan pakaian yang telah basah kuyup berhamburan, berlari keluar dari lapangan. Masing-masing orang mencari tempat yang terlindung dari curah hujan untuk berteduh. Namun sebagian lagi tetap bertahan berdiri, berbaris meskipun pakaian dan tubuh mereka basah kuyup di guyur air hujan.
  • Bisakah kita mengatakan bahwa mereka peserta upara yang tetap bertahan dilapangan mengikuti upacara sampai selesai meskipun dengan tubuh basah kuyup dan ada pula yang menggigil, gemetar kedinginan, adalah orang-orang yang memiliki jiwa patriotisme dan rasa nasionalisme yang tinggi ?. Atau sebaliknya, bahwa mereka sesungguhnya adalah sekumpulan orang-orang penakut yang tolol?

  • Lalu bagi mereka yang lari berhamburan mencari tempat berteduh, bisakah kita anggap mereka sebagai orang-orang yang tidak punya jiwa patriotisme dan kurang mencintai tanah air-nya? Atau sebaliknya, bahwa merekalah sesungguhnya orang-orang berani yang telah merdeka dalam hal menentukan sikap?

  • Bagaimana dengan inspektur upacara yang berdiri aman dipodium kehormatan yang beratap, dia tidak kena air hujan?. Lalu bagaimana pula dengan para peserta upacara yang duduk tenang-tenang di tribun yang beratap sehingga mereka terlindung dari hujan, tidak basah kuyup ? Apakah jiwa patriotisme dan rasa nasionalisme mereka tinggi ?, 

Selamat HUT Kemerdekaan RI-69. Merdeka untuk jadi orang cerdas. Merdeka untuk tidak sakit masuk angin dan demam. Merdeka !!!      
_____________________poltong@yahoowu.com

Posted on Selasa, Agustus 19, 2014 by si suar sair

No comments